- hadi bukhori
TONGGAK SEJARAH! STAIDAF GELAR WISUDA XVIII SEKALIGUS PERESMIAN INSTITUT DARUL FALAH

Cihampelas-Cililin, Bandung Barat (9/12/2025) – Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Falah (STAIDAF) siap menyambut salah satu hari paling bersejarah dalam perjalanannya. Besok pagi Rabu, 10 Desember 2025 institusi ini akan secara resmi bertransformasi menjadi Institut Darul Falah dalam acara Wisuda XVIII dan Syukuran Alih Status.
Acara yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darul Falah Bandung Barat ini dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai dan dipastikan akan menjadi magnet bagi perhatian nasional karena dihadiri sejumlah tokoh penting.
Fokus pada Transformasi Pendidikan Tinggi
Ketua STAI Darul Falah, Dr. H. Abdul Mun’im Amaly, M.Pd., menyatakan bahwa alih status ini merupakan komitmen STAIDAF untuk terus meningkatkan kualitas dan memperluas cakupan layanan pendidikan. Momen ini mengusung tema kuat: “Meneguhkan Tradisi Pondok Pesantren, Menyonsong Transformasi Pendidikan Tinggi yang Unggul dan Moderat.”
Tema ini menegaskan bahwa pengembangan institusi tidak akan meninggalkan identitas dan nilai-nilai pesantren yang selama ini menjadi ciri khas Darul Falah.
Dihadiri Menteri Agama dan Tokoh Nasional
Guna memberikan orasi ilmiah dan restu terhadap status baru ini, acara akan dimeriahkan oleh kehadiran tokoh-tokoh utama, termasuk:
Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. (Menteri Agama Republik Indonesia)
Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj, M.A. (Tokoh Ulama Nasional)
Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. (Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat)
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah dan ulama terhadap upaya Darul Falah dalam mencetak generasi muslim yang unggul, moderat, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sivitas Akademika Darul Falah mengajak masyarakat untuk menyaksikan momentum bersejarah ini, yang menjadi langkah awal Institut Darul Falah dalam menyongsong peran lebih besar dalam kancah pendidikan tinggi Islam di Indonesia.




